• PIMPINAN 10-11

    Bersama Menerajui Perubahan

  • Bergambar Bersama Penceramah

    Semasa menjadi fasilitator Mukhayyam Syakhsiah Muslim Anjuran Badan Dakwah dan Ibadah SMA al-ittifaQiah Guai,Pahang

  • Wilderness Adventure Camp LANGKAWI

    Saat terakhir bergambar bersama-sama

  • Wilderness Adventure Camp LANGKAWI

    Saat terakhir bergambar bersama-sama

  • Wilderness Adventure Camp LANGKAWI 2007

    Bergambar bersama ahli-ahli kumpulan semasa berkayak di laut...Hidup Gacrux!!!

Wednesday, November 02, 2011

Hentikan Kempen | Seksualiti Merdeka 2011

Posted by Tengku Ibrahim on 11:35:00 PM

Negara kita gempar lagi dengan satu program yang dikenali sebagai Seksualiti Merdeka 2011 dengan temanya " Queer Without Fear" yang berlangsung pada 2 Nov 2011 hingga 13 Nov 2011 di The Annaxe Gallery.Secara umumnya,program ini adalah bertujuan untuk memperjuangkan hak dan kebebasan dengan gaya hidup pilihan mereka dalam sebuah negara demokrasi seperti Malaysia. Justeru itu, mereka tidak lagi teragak - agak untuk mengiklan, memperjuang dan menganjurkan programnya secara terbuka.Program ini juga kononnya berteraskan perjuangan "Human Right", iaitu menuntut hak dan kebebasan golongan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transeksual [LGBT] untuk mengamalkan gaya hidup pilihan mereka secara sah dan terbuka.Mungkin saudara saudari boleh mengetahui dengan lebih lanjut mengenai program atau kempen ini di laman web (www.seksualitimerdeka.org).

Saya dengan sekeras-kerasnya menentang kempen ini kerana telah mencabuli kesucian agama dan perkara tersebut adalah berlawanan dengan fitrah manusia.Maka dengan mengadakan kempen ini sebenarnya telah menemarkan fitrah manusia itu sendiri. Perkara ini juga ada disebut oleh YAB Datuk al Mursyidul Am PAS dan juga oleh Ustaz Nasrudin bin Hassan,Ketua Dewan Pemuda PAS Malaysia. Kenyataan mereka boleh dibaca di (http://prince-tengku.blogspot.com/2011/11/kenyataan-media-yab-datuk-al-mursyidul.html) dan (http://www.eperjuangan.com/2011/11/seksualiti-merdeka-2011-kembalilah.html).

Saudara saudari sekalian,
Jika kita imbas kembali sirah para anbiya' dahulu,sebenarnya Allah SWT telah menceritakan hal ini kepada kita di dalam al Quran mengenai kaum yng dibinasakan kerana melawan fitrah semulajadi iaitu mengamalkan seks sejenis atau dalam bahasa sekarang dipanggil gay atau lesbian. Kaum nabi Luth bukan sahaja menolak perintah membenarkan risalah yang dibawa oleh nabi Luth tetapi turut mengamalkan satu jenayah tidak berperikemanusiaan yang tidak pernah lagi diamalkan oleh mana-mana kaum sebelum itu iaitu seks sejenis. Inilah jenayah paling hina disisi agama dan amalan yang paling terkutuk.

Kisah Kaum Nabi Luth.

Kaum Luth pun telah mendustakan ancaman-ancaman ( Nabinya ). Sesungguhnya Kami telah
menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka ),
kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan di waktu seelum fajar menyingsing. Sebagai
nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan
sesungguhnya dia ( Luth ) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka
mendustakan ancaman-ancaman itu. (QS Al Qamar 33-36 )

Nabi Luth hidup satu masa dengan Ibrahim. Luth diutus sebagai seorang pembawa risalah kepada
salah satu kelompok masyarakat yang hidup berdekatan dengan kaum Nabi Ibrahim. Kaum ini,
sebagaimana diriwayatkan dalam Al Qur'an mengerjakan perbuatan yang menyimpang yang
kemudian dikenal luas sebagai perilaku sodomi. Dikala Luth menyerukan kepada mereka untuk
menghentikan penyimpangan tersebut diserukan kepada mereka peringatan dari Allah, maka
mereka mengingkarinya, menolak kenabian Lut dan meneruskan penyimpangan perilaku mereka.
Pada akhirnya kaum ini dihancurkan dengan bencana yang mengerikan.
Kota dimana dahulu Nabi Luth berdiam, dalam Perjanjian Lama dihubungkan dengan kota
Sodom, Berada disebelah Utara laut Merah, masyarakat ini diketahui telah dihancurkan
sebagaimana termaktub dalam Al Qur'an. Penelitian arkeologis mengungkapkan bahwa kota
tersebut berada diwilayah Laut Mati yang terbentang memanjang diantara perbatasan Israel-
Jordania.

Sebelum mencermati sisa-sisa dari bencana ini, marilah kita lihat mengapa kaum Luth dihukum dengan cara seperti ini. Al Qur'an menceritakan bagaimana Luth memperingatkan kaumnya dan apa jawab mereka :

" Kaum Luth telah mendustakan rasul-nya, ketika saudara mereka Luth, berkata kepada mereka "
Mengapa kamu tidak bertaqwa?". Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan ( yang
diutus ) kepadamu, maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali
tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki diantara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang
dijadikan Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas. Mereka
menjawab " Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang
yang diusir". Luth berkata " Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu ". ( QS Asy-
Syu"ara" 160-168 ).

Kaum Nabi Lut justeru mengancamnya sebagai jawaban atas ajakannya ke jalan yang benar.
Kaumnya membenci Luth karena menunjukkan mereka ke jalan yang benar, dan menyingkirkkannya bersama orang-orang yang beriman kepadanya. Dalam ayat lain,
kejadian ini dikisahkan sebagai berikut :

" Dan ( Kami juga telah mengutus ) Luth ( kepada kaumnya ). (Ingatlah ) tatkala dia berkata
kepada mereka :" Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah
dikerjakan oleh seorangpun (didunia ini) sebelummu?". Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki
untuk melampiaskan nafsumu ( kepada mereka), bukanka kepada wanita, malah kamu ini adalah
kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan :" Usirlah mereka ( Lut
dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang
berpura-pura mensucikan diri ."(QS Al A'raaf 80-82).

Luth menyeru kaumnya kepada sebuah kebenaran yang begitu nyata dan memperingatkan mereka dengan tegas, namun kaumnya sama sekali tidak mengindahkan berbagai peringatan dan bahkan meneruskan penolakannya terhadap Luth dan mengingkari azab yang telah dikatakan kepada mereka :

" Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya :"Sesungguhnnyya kamu benar-benar
mengerjakan perbuatan yang amat keji yang sebelumnya belum pernah dikerjaka oleh seorangpun
dari umat-umat seblum kamu". Apakah sesungguhnya kamu mendatangi laki-laki,menyamun dan
mengerjakan kemungkaran ditempat-tempat pertemuannmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain
hanya mengatakan : " Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang

yang benar".( QS Al Ankabut 28-29).

Menerima jawaban seperti tersebut diatas dari kaumnya Luth meminta pertolongan kepada Allah :
" Ia berkata : Ya Tuhanku, tolonglah aku ( dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat
kerosakan itu " (QS Al-Ankabut 30)".

" Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari ( akibat) perbuatan yang mereka

kerjakan" ( QS Asy Syu'ara'169).

Atas doa Luth tersebut, Allah mengrimkan dua malaikat yang menjelma dalam wujud manusia.
Para malaikat ini mengunjungi Ibrahim sebelum mendatangi Luth, membawa kabar gembira
kepada Ibrahim bahwa isterinya akan melahirkan seorang bayi, malaikat pembawa pesan
menerangkan alasan pengiriman mereka; bahwa kaum Luth yang ingkar akan dihancurkan :
"Ibrahim bertanya; 'Apakah urusanmu hai para utusan?'. Mereka menjawab;"Sesungguhnya kami
diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luth), agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari
tanah , yang ditandai di sisi Tuhanmu untuk ( membinasakan ) orang-orang
yang melampaui batas. ( QS Adz -Dzaariyaat: 31-34).

"Kecuali Lut beserta pengikut-pengikutnya. Sesungguhnya Kami akan menyelamatkan mereka semuanyua, kecuali istrinya, Kami telah telah menentukan bahwa sesungguhnya ia itu termasuk orang-orang yang tertinggal (bersama-sama dengan orang kafir lainnya )". ( QS Al Hijr 59-60).

Setelah meningalkan Ibrahim, para malaikat yang dikirim sebagai utusan pembawa pesan,
kemudian mendatangi Luth. Adapun Luth yang belum pernah ditemui sang pembawa pesan, pada
waktu pertama kalinya merasa khawatir namun selanjutnya merasa tenang setelah berbicara
dengan mereka ;

Ia berkata:" Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang tidak dikenal". Para utusan menjawab
:" Sebenarnya kami ini datang kepadamu dengan membawa azab yang selalu mereka dustakan ".
Dan kami datang kepadamu membawa kebenaran dan sesungguhnya kami betul-betul orang yang
benar. Maka pergilah kamu di akhir malam dengan membawa keluargamu, dan ikutilah mereka
dari belakang dan janganlah seorangpun di antara kamu menoleh kebelakang dan teruskanlah
perjalanan ke tempat yang diperintahkan kepadamu". Dan Kami telah wahyukan kepadanya (Luth)
perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis diwaktu subuh. ( QS Al Hijr 62-66).

Sementara itu, kaum Lut telah mengetahui bahwa Luth kedatangan tamu. Mereka tidak ragu-ragu untuk menadatangi tamu-tamu tersebut secara menentang sebagaimana mereka sebelumnya telah mendatangi tamu yang lain. Mereka mengepung rumah Luth. Merasa khawatir atas keselamatan tamunya, Luth berbicara kepada kaumnya :

" Luth berkata : " Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku), dan bertaqwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina". ( QS Al Hijr 68-69)

Kaum Lut menjawab dengan pedas ;

Mereka berkata :" Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia". Merasa
bahwa Ia dan tamunya akan mendapatkan perlakuan yang keji, Lut berkata : " Seandainya aku ada
mempunyai kekuatan ( untuk menolakmu ) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang
kuat ( tentu akan aku lakukan ) (QS Al Hud 80 ). Tamunya mengingatkannya bahwa sesungguhnya
mereka adalah pembawa pesan dari Alllah dan mereka berkata ;" Para utusan (malaikat ) berkata :
" hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan
dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut kamu di
akhir malam dan janganlah ada seorangpun diantara kamu yang tertinggal, kecuali istrimu.
Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya
azab kepada mereka ialah diwaktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat ?". ( QS Hud 81).

Ketika penentangan warga kota mencapai tingkat kebencian yang memuncak, Allah
menyelamatkan Lut dengan perantaraan malaikat. Di pagi hari, kaumnya dihancurleburkan dengan
bencana yang sebelumnya telah diberitahukan oleh Luth.

" Dan sesunguhnya mereka telah memujuknya ( agar menyerahkan ) tamunya (kepada mereka ),
lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan
sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal ( QS Al-Qamar 37-38).

Ayat yang menerangkan pengnhancuran dari kaum ini adalah sebagai berikut :

" Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka
kami jadikan bahagian atas kota itu terbalik kebawah dan Kami hujani mereka dengan batu-batu yang keras . Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda ( kebesaran
Kami ) bagi orang-orang yang meperhatikan tanda-tanda. Dan sesungguhnya kota itu benar-benar
terletak dijalan yang masih tetap ( dilalui manusia). ( QS Al Hijr 73-76).

" Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri Kaum Luth itu yang atas ke bawah ( Kami
balikkan ), dan Kami hujani mereka dengan (batu belerang ) tanah yang terbakar secara bertubi-
tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.
(QS Hud 82-83).

" Kemudian Kami binasakan yang lain, Dan Kami hujani mereka dengan hujan ( batu belerang)
maka amat kejamlah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan adalah
kebanyakan mereka tidak beriman, Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dialah Yang Maha
Perkasa lagi Maha Penyayang. ( QS Asy Syu'araa: 172-175).

Ketika kaum tersebut dihancurkan, hanya Lut dan pengikutnya yang hanya berjumlah tidak lebih

dari "sebuah keluarga". Adapaun isteri Luth sendiri yang juga tidak percaya ,ia juga dihancurkan.

" Dan ( Kami juga yang telah mengutus ) Luth ( kepada kaumnya), (Ingatlah) tatkala dia berkata
kepada mereka :" Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah
dikerjakan oleh seorangpun ( didunia ini ) sebelumnya?'. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki
untuk melepaskan nafsumu ( kepada mereka ), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum
yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan :" Usirlah mereka ( Luth dan
pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-
pura mensucikan diri". Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya;
dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan ). Dan Kami turunkan kepada mereka
hujan (batu belerang), maka perhatikanlahbagaimana kesudahan orang-orang yang
memperturutkan dirinya dengan dosa dan kejahaan itu.( QS Al-Araf: 80-84).

Demikianlah maka, Nabi Luth diselamatkan bersama dengan para pengikut dan keluarganya,
namun tidak demikian halnya dengan istrinya. Sebagaimana disebutkan dalam Perjanjian Lama, ia
(Luth) berpindah dan menetap bersama Ibrahim. Adapun terhadap kaum yang sesat mereka
dihancurkan dan tempat tinggal mereka diratakan dengan tanah.

Sumber : (http://www.scribd.com/doc/3210801/KAUM-NABI-LUT)

______________________________________

Marilah kita bersama-sama munajat agar penganjuran Seksualiti Merdeka 2011 dibatalkan serta merta. Selamatkan Negara kita dari anasir yang merosakkan akhlak, moral dan nilai agama. Kita tidak mahu negara kita turut dibinasakan sebagaimana kaum nabi Luth terdahulu. Renungilah pengajaran dalam kisah kaum nabi Luth. Tidak cukup lagikah contoh yang telah Allah tunjukkan kepada kita. Justeru saya memohon kepada semua agensi-agensi yang terlibat dengan penganjuran kempen ini menghentikannya dengan serta merta demi menjamin sebuah negara yang harmoni dan mendapat keberkatan daripada-Nya.





Kenyataan Media YAB Datuk Al-Mursyidul Am PAS : Program Seksualiti Merdeka Perlu Dihalang

Posted by Tengku Ibrahim on 9:59:00 PM

  1. Saya amat terkejut dengan penganjuran program Seksualiti Merdeka yang sedang dirancang oleh beberapa NGO dan individu sebagaimana yang sedang diiklankan melalui laman web http://seksualitimerdeka.org .
  2. Jika program tersebut benar-benar bermatlamatkan untuk mengiktiraf hak sesetengah pihak yang mempunyai kecenderungan seks yang songsang termasuklah golongan gay dan lesbian, ia perlu dicegah dan ditentang. Ini merupakan penghancuran terhadap kehidupan beragama yang kesemuanya mengharamkan amalan homoseks.
  3. Sesungguhnya Islam tidak menyekat hak asasi manusia tetapi ia hendaklah selari dengan hak asasi Pencipta alam ini iaitu Allah SWT. Di antara perkara yang dijamin kemuliannya oleh Islam ialah agama, nyawa, harta, akal dan keturunan. Sebarang aktiviti yang menceroboh kemuliaan lima perkara ini akan mengakibatkan keruntuhan terhadap tamadun manusia. Amalan homoseks hakikatnya merupakan pencerobohan terhadap keturunan secara langsung dan juga sekaligus pencerobohan terhadap kelima-limanya secara tidak langsung. Setiap akal waras manusia pasti akan menolak budaya ini untuk diamalkan dalam masyarakat.
  4. Jika hak asasi untuk melakukan homoseks dibenarkan, maka adakah akan timbul pula hak asasi untuk mencuri, hak asasi untuk merompak, membunuh dan pelbagai lagi jenayah yang disandarkan ke atas hak asasi? Justeru, ia perlu dihalang dengan segala kemampuan yang ada.
  5. Sewajarnya tindakan tegas diambil bukan sahaja terhadap penganjur program ini bahkan terhadap media massa yang ghairah memaparkan perkara-perkara lucah dan fitnah sehingga menyebabkan isu sebegini menjadi biasa di telinga masyarakat. Pelbagai istilah disebut dan gambar-gambar dipaparkan secara terbuka oleh media seolah-olah tidak menjadi kesalahan dan ini mengakibatkan hakisan moral golongan anak muda semakin besar.
  6. Saya yakin kerajaan dengan segala kekuatan dan kuasa yang ada mampu bertindak terhadap penganjuran program sebegini tanpa menunggu desakan dari mana-mana pihak. Saya harap tidak ada apa-apa permainan politik kerana amat biasa di dalam senario negara pada hari ini isu yang diperbesarkan akhirnya hanya menjadi mainan media semata-mata.

Dengan hormat,







Yang Amat Berhormat Datuk Nik Abdul Aziz bin Nik Mat,

Al-Mursyidul Am Parti Islam Semalaysia (PAS).

Bertarikh : 7 Zulhijjah 1432 H bersamaan 3 November 2011

Sumber : (http://www.facebook.com/notes/nik-abdul-aziz-nik-mat/)

Thursday, October 27, 2011

Sesiapa pun berhak untuk mengkritik...

Posted by Tengku Ibrahim on 2:12:00 PM


Melihat kepada tajuk yang saya hendak ketengahkan pada penulisan saya kali ini, “Sesiapa pun berhak untuk mengkritik”.Saya sengaja memilih tajuk ini kerana saya merasakan masyarakat masa kini kurang memberikan perhatian kepada aspek kritikan ini,sama ada kepada pengkritik ataupun yang mengkritik.Sebelum saya pergi lebih jauh,sukalah saya untuk mulakan penulisan saya ini dengan definisi kritik itu sendiri.

Menurut wikipedia, kritik adalah masalah penganalisaan dan pengevaluasian sesuatu dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki pekerjaan. Jadi bisa diambil kesimpulan kritik adalah hasil dari pengamatan yang diberikan untuk meningkatkan dan memperbaiki perkerjaan.
(
http://maksumpriangga.com/)

Secara mudahnya,kritikan boleh difahami sebagai satu analisa atau kajian tentang sesuatu atas tujuan untuk meningkatkan pemahaman,penghayatan nilai dan membawa sesuatu kepada lebih baik. Kritikan juga adalah dengan tujuan atau niat supaya seseorang itu dapat membetulkan kesalahannya kepada lebih baik tetapi bergantung kepada sejauh mana kebernasan hujah yang hendak di lontarkan. Kritikan tidak semestinya di ikuti, ianya lebih kepada cadangan dan pandangan peribadi berdasarkan hujah masing-masing.

Hadirin sekalian,

Apabila kita melihat kepada definisi,maka di sini jelas menunjukkan bahawa kritikan adalah sesuatu yang baik dan menjana minda lebih-lebih lagi kebanyakan masyarakat atau generasi masa kini menerima ledakan teknologi maklumat yang luar biasa sehingga mentranformasi sesebuah masyarakat tradisi dan moden. Perentas maklumat seperti twitter, wikileaks, FB, Blog mula menyebarkan maklumat dengan pantas. Maklumat tersebar secara langsung dan ia boleh mempengaruhi media massa. Kepantasan maklumat menjadikan maklumat semakin dekat dengan kita dan kebanjiran maklumat telah merencamkan pemikiran generasi Y. Maka dengan sebab itulah, Gen Y lebih di lihat sebagai ‘1 dunia’ kerana proses globalisasi.

Justeru,apabila masyarakat masa kini semakin mempunyai maklumat-maklumat,pemikiran mereka lebih bergerak aktif dan energetik. Banyak pembaharuan dan kritikan membina yang mereka hendak lontarkan. Mereka cuba untuk membawa idea-idea baru dalam dunia Islam,yang mana idea-idea tersebut kadang-kadang bernas dan wajar kepada kita untuk menilainya.Persoalannya disini bukan,Gen Y yang saya hendak bincangkan tetapi kelahiran Gen Y telah sedikit sebanyak membawa kepada idealisme kritikan dan ini adalah sesuatu perkara yang baik yang patut menjadi budaya dalam kehidupan kita.

Sesiapa pun berhak untuk mengkritik,tidak kira sama ada dia seorang pemimpin,rakyat,mahupun hanya seorang ahli biasa. Cuba bezakan diantara kritikan dan mengata. Tidak perlulah ana hurai lebih lanjut kerana bezanya sangat jelas,kritikan adalah satu analisa. Budaya mengkritik ini sebenarnya telah pun berlaku sejak zaman para sahabat lagi,di mana Salman al Farisi mengkritik Umar al Khattab di dalam majlisnya dan banyak lagi kisah-kisah yang berlaku mengenai budaya mengkritik ini. Selain daripada itu,antara contoh yang lain ialah Prof Aziz Bari daripada UIA telah mengkritik Sultan sehingga beliau digantung jawatannya oleh UIA. Saya menyokong Prof Aziz Bari kerana kritikan tidak mengenal sesiapa dan di sini kita dapat lihat bagaimana kebebasan akademik cuba disekat. Walaupun,kritikan perlu tetapi sebagai seorang muslim kita hendaklah menjaga adab-adab kita ketika mengkritik tersebut,dari segi penggunaan bahasa,nada dan lain-lain tetap perlu dijaga. Sebagaimana,sabda Rasulullah SAW : “Sesungguhnya aku diutuskan adalah untuk menyempurnakan akhlak”.

Kesimpulannya,mungkin penulisan saya ini lebih kepada pandangan peribadi semata-mata. Saya menerima sebarang cadangan atau kritikan balas tetapi berdasarkan hujah yang benar. Pandangan saya tidak semestinya diterima dan terpulang kepada sesiapa yang hendak menolaknya. Mungkin saya benar dan mungkin saya tersilap.Wallahualam......

Monday, October 24, 2011

Kritikan terhadap HIMPUN 2011

Posted by Tengku Ibrahim on 2:27:00 PM


Baru-baru ini saya berpeluang untuk menghadiri satu perhimpunan yang diadakan pada 22 Oktober 2011 di Stadium Shah Alam yang dinamakan “Himpunan Sejuta Umat” yang bertemakan “Selamatkan Akidah Umat”. Saudara saudari sekalian,hadirnya saya bersama di dalam Himpun 2011 tersebut tidak bermaksud saya bersetuju dengan pelaksanaan himpunan tersebut dan tidak bermaksud saya menolak sepenuhnya. Saya merasakan ada pro dan kontranya dengan pelaksanaan himpunan tersebut dan sewajarnya kritikan serta penambahbaikkan perlu ada,sekiranya kita masih mahu meneruskan himpunan tersebut pada masa-masa akan datang(bagi yang menyokong). Perlu diingatkan apa yang saya lontarkan ini adalah berkaitan dengan pandangan dan kritikan saya berdasarkan pemerhatian semasa berada di himpunan tersebut. Dan saya juga menerima kritikan bagi sesiapa yang hendak menolak,anda bebas mengkritik pandangan ini dan sebaliknya.

Hadirin sekalian,

Saya secara jujurnya sangat tidak bersetuju diadakan HIMPUN 2011 ini kerana beberapa faktor.

1) Saya melihat HIMPUN ini boleh menimbulkan sensitiviti agama lain. Hal ini kerana kita kena ingat kita hidup dalam masyarakat berbilang kaum dan agama. Himpunan ini memang bagus kerana hendak menyatu padukan umat Islam tetapi kebanyakan pemidato-pemidato tidak mengfokuskan pada kalangan yang hadir sebaliknya menghentam dakwah agama-agama lain. Sepatutnya kita perlu lebih mengfokuskan pada yang hadir tentang peranan,apa yang perlu mereka lakukan selepas ini dalam membasmi gejala murtad ini,tanamkan dalam jiwa mereka kasih sayang dan bersyukur dengan Islam,dan minta mereka sampaikan pada sahabat-sahabat mereka yang lain bahawa mulianya mereka kerana Islam tetapi sebaliknya telah berlaku, kita marah orang kristian berdakwah tetapi kita tidak buat apa-apa. Tiada guna kita berhimpun tetapi selepas itu,kita senyap, tidak buat apa-apa dan tidak menjalankan peranan kita. Membazir masa dan tenaga sahaja. Sentimen agama bukan perkara main-main. Himpunan seperti ini turut diketahui oleh orang bukan Islam,apa pandangan mereka tentang Islam selepas ini. Dan saya merasakan ini adalah tidak adil kepada penganut agama-agama lain dan saya takut penganut agama lain juga mungkin akan turut minta perkara sama sepertimana yang kita minta. Kesannya dakwah akan semakin terbantut dan pandangan orang bukan islam terhadap islam juga akan berubah.

2) Himpunan 2011 juga saya lihat lebih mengfokuskan pada orang Melayu. Ini kita dapat lihat secara jelas,terang lagi bersuluh, betapa besarnya banner “Melayu Sepakat Islam Berdaulat” dan dalam ucapan sebahagian pemidato juga ada hanya mengfokuskan pada orang Melayu sahaja. Macam mana dengan India Muslim, Cina Muslim dan kaum-kaum lain yang muslim. Kalau kita hendak memperjuangkan aqidah umat islam, kenapa kita tidak memperjuangkan semuanya sekali tanpa mengira bangsa dan kaum. Saya tidak tahu adakah perhimpunan ini ada agenda disebaliknya. Cubalah kita sama-sama fikir,bagaimana perasaan bangsa-bangsa dan kaum-kaum lain yang islam. Macam mana kita umat islam hendak bersatu kalau perkara seperti ini pun masih tidak selesai. Kita kena ingat Umar al khattab pernah berkata : Mulianya kita kerana islam. Tanpa Islam kita tiada apa-apa pun,tidak kira lah kita bangsa apa,melayu, cina,atau arab sendiri. Dan memang sewajarnyalah,HIMPUN 2011 tidak begitu mendapat sambutan orang islam kerana himpunan ini bukan hendak selamatkan aqidah umat islam tetapi hendak selamatkan Melayu. Dan marilah kita sama-sama merenung kembali bahawa di dalam al Quran ada disebutkan : Setiap orang mukmin itu adalah bersaudara. Tanamkan dalam hati, dan jangan kita lupa akan perkara ini.


Saya kira mungkin 2 point itu sahaja yang saya hendak tekankan,walaupun sebenarnya banyak lagi faktor-faktor lain seperti antaranya himpunan ini ada agenda tersembunyi lain,dan jika dilihat walau sensitif isu ini; ISMA hanya satu-satunya jamaah Islam yang terlibat dalam HIMPUN secara rasmi mempunyai agenda tersendiri untuk berkempen kepada ISMA. Semua tahu ISMA bercakap pada nada Melayu yang sama lantang seperti PEKIDA, PERKASA, PROWARIS, PEWARIS dan UMNO, ZulNordin, Ezam, Ibrahim Ali,dan lain-lain. Banner ISMA adalah banner paling besar di stadium, dan ramai yang tidak pernah melihat banner sebesar itu. Melayu Sepakat Islam Berdaulat, berkempen untuk sesuatu agenda. Antara yang lain lagi, ada ucapan pemidato dan peserta himpun yang tidak serius, bercakap tentang melayu lebih daripada Islam,dan lain-lain lagi.

Saya melihat Himpun 2011 bukan sahaja gagal malah turut menjadi fitnah kepada islam. Kita lihat sahaja, HIMPUN telah menimbulkan satu persepsi yang buruk pula terhadap kegagalan berhimpun tersebut di kacamata musuh Islam. Ada yang bertepuk, ada yang suka kononnya Ummat Islam pun masih terus gagal bersatu. Secara jujurnya saya minta pelaksanaan HIMPUN ini perlu dikaji semula. Tiada guna kita berhimpun menyatakan kita mempertahankan aqidah tetapi pada masa sama kita tidak buat apa-apa,serupa sahaja seperti sediakala.

Hadirin sekalian,

Saya melihat punca utama masyarakat murtad berleluasa adalah kerana kejahilan masyarakat. Sepatutnya usaha dakwah dan pendidikan Islam patut dipergiatkan lagi. Semua pihak harus memainkan peranan masing-masing. Majlis-majlis agama Islam mempergiatkan lagi usaha-usaha dakwah lebih lagi daripada para mubaligh-mubaligh agama lain. Disamping mengukuhkan sistem pendidikkan islam di semua peringkat. Isu murtad bukan perkara main-main. Perkara ini tidak akan selesai dengan hanya kita terpekik terlolong tetapi memerlukan usaha dan pergerakkan serta pengorbanan yang serius daripada kalangan kita sendiri.


Sebenarnya banyak lagi yang saya hendak bincangkan dan lontarkan bersama. Tetapi disebabkan kesempitan ruang dan masa saya rasa cukup sekadar saya berhenti disini dahulu. Sebagai akhirnya,saya mahu kongsikan tulisan daripada (http://tgkuazri.blogspot.com) yang menyatakan harapan sepertimana saya iaitu; Ummat Islam ada 2 kekuatan utama, aqidah dan ukhuwwah. Pada masa ini kekuatan aqidah sudah menjadi kulit bawang, dan kekuatan ukhuwwah rosak disebabkan perkauman dan extremist. Tidak ada apa yang tinggal pada kita dengan hilangnya kedua itu. Kita pula diajak oleh HIMPUN untuk terus memandang ke luar kotak kepada Kristianiasasi; Kristian, Yahudi atau Hindu antara agama yg melaksanakan ajaran agama mereka untuk berdakwah dan menarik manusia ke agama mereka. Kita tidak buat dakwah, malah kita berbangga dengan perlembagaan dan Raja yang sangat rosak diharap menjaga aqidah kita. Kita langsung tidak kisah sebab utama murtad dan Kristianisasi yang diperakui oleh semua ulamak dunia; iaitu serangan SECULARISME yang memisahkan Islam dari kehidupan. PAS minta HIMPUN tekankan isu dalaman bukan luaran semata (Kristianisasi), tapi HIMPUN menolak dan HIMPUN lebih mahu menonjolkan kekuatan Islam dengan seolahnya mahu menunjukkan kekuatan jumlah sejuta atau 100k yg hadir pada semalam itu kepada non-Muslims. Berlakulah ucapan perkauman dan ber amaran oleh ramai yang berucap, termasuk amaran oleh Pengerusi sendiri yang berapi-api melihat ke luar. Pandangan ini saya rasa jelas sebagai penutup kepada tulisan saya. Wallahualam....

Monday, September 26, 2011

Kalam Sempena Peperiksaan | Darul Quran

Posted by Tengku Ibrahim on 2:43:00 AM

Assalamualaikum w.b.t,

Segala puji bagi Allah SWT pemilik sekalian alam dan selawat serta salam ke atas junjungan besar Nabi Muhammad SAW , ahli keluarga baginda, sahabat-sahabat r.a , sesiapa yang mengikuti mereka dengan ikhlas hinggalah ke hari kiamat serta tidak lupa juga kepada mahasiswa dan mahasiswi Kolej Universiti Darul Quran JAKIM yang dirahmati oleh Allah sekalian.

Pertama dan selamanya marilah kita merafa’kan setinggi-tinggi kesyukuran kepada Allah SWT kerana sehingga ke hari ini kita masih lagi diberikan keizinan untuk terus beribadat dan hidup di bumi pinjaman Allah taala ini. Mahasiswa mahasiswi sekalian, peperiksaan merupakan satu medan kita semua untuk menguji sejauh mana pemahaman kita berkenaan ilmu yang telah kita pelajari. Walaupun banyak persepsi dan pandangan kita terhadap peperiksaan yang saban semester kita hadapi, namun ia tetap juga satu wasilah atau medium kita menyalurkan tahap kefahaman kita dalam subjek yang telah diambil.

Walaubagaimanapun ,terdapat segelintir pihak yang sering mengambil remeh dan sambil lewa bila diperkatakan soal peperiksaan ini. Ada yang berkata, “alah, buat pe nak exam-exam..al-ilmu fi sudur, wa laisa fil kutub la…tak exam pon memang aku dah cerdik pon”. Ada juga yang sering kedengaran berkata, “kalau tak lulus exam pon kite boleh berjuang kan?.. perjuangan tu luas skopnye syeikh..jangan jumud..”. Tak kurang juga yang berkata, “ana tak nak dicop exam-oriented..bersungguh time exam je.. ”

Inilah pandangan segelintir daripada pejuang agama yang memegang kalam Allah darsawarsa ini. Memanglah, kita tidak mahu digelar seorang yang exam oriented, dengan hanya menumpukan perhatian kepada peperiksaan semata, tetapi penghayatan kepada ilmu yang dipelajari itu langsung tiada. Namun, tidak bermakna sekiranya kita mahu menolak sesuatu keadaan, kita perlu gagal dalam menghadapi keadaan tersebut. Sebaliknya kita perlu menggunakannya, supaya suatu masa nanti kita akan mampu mengubahnya. Bak kata cerdik pandai Islam masa kini, gunakan globalisasi untuk menentang globalisasi.

Mengulas perilaku sebahagian pelajar apabila tibanya musim peperiksaan ini, suka untuk disebutkan soal sikap sesetengah daripada kita yang hanya berubah sikap daripada yang tidak baik ke arah yang lebih positif, pabila menjelang musim peperiksaan ini sahaja. Katanya, bila dah masuk musim ini, semua perkara perlu dijaga keberkatannya. Solatnya, pergaulannya, percakapannya dan sebagainya. Tetapi, malangnya, sesudah tamatnya musim peperiksaan itu, segala perubahan positif itu lenyap dihembus angin lembut bukit di belakang DQ ini, seolah-olah,baginya, untuk mencari keberkatan Allah dalam perbuatan itu, bermusim cuma. Jika beginilah cara kita semua berfikir, maka malanglah nasib masyarakat di luar sana yang sentiasa dahaga menantikan buah mutiara ilmu dari golongan yang berpendidikan agama dan menghafaz al-quran seperti kita ini, kerana sikap ini tidak mencerminkan agama Islam yang kita perhalusi ilmunya itu. Moga-moga, dengan hadirnya musim peperiksaan kali ini, kita sama-sama dapat berazam untuk menjadi yang terbaik, di samping menjadikannya sebagai platform, turning-point atau kick-start untuk kita berubah dan membetulkan segala kekhilafan dan kesalahan yang telah kita lakukan dalam hidup kita selama ini.

Salam mujahadah.

Daripada :

Tengku Ibrahim Helmi b Tengku Mohammad,

Exco Penerbitan dan Informasi PERKEMAT 10-11

Tuesday, July 19, 2011

LITERALIS AGAMA | Pandangan Dr Maza

Posted by Tengku Ibrahim on 8:21:00 PM

Kali ini saya ingi kongsikan satu artikel yang telah ditulis oleh Prof Madya Dr Mohd Asri Zainul Abidin yang bertajuk "Menangani Fenomena Literalis Agama”. Saya merasakan dewasa ini,masyarakat semakin keliru tentang beberapa perkara yang saya rasakan besar seperti mentaati pemimpin,demonstrasi dan lain-lain.Hal ini adalah disebabkan oleh,sikap golongan agama sendiri yang mana kadang-kadang tidak amanah dengan ilmu, mem’backup’ pemerintah yang zalim dan berselindung dengan nas-nas. Saya membawakan ini bukanlah bermaksud saya menentang pemerintah tapi saya ingin menyampaikan betapa bahayanya Literalis dalam agama ini,bukan sahaja kepada orang islam sendiri tetapi juga kepad orang bukan Islam.Kita khuatir islam yang mana adalah luas dianggap jumud atau sempit disebabkan oleh sikap kita orang agama sendiri,shingga mana membantutkan dakwah islam. Dan saya sangat bersetuju dengan pandangan yang dibawakan oleh Prof Madya Dr Mohd Asri mengenai isu ini. Sila baca artikel ini dibawah.
______________________________________________________

(RUJUKAN : www.drmaza.com)

Rentetan dari isu demonstrasi aman di seluruh dunia Islam, telah terbit pelbagai fatwa yang kadang-kala bersifat partial ataupun berpihak. Ini bukan sahaja berlaku di Malaysia, tetapi juga berlaku di negara-negara Arab pasca kebangkitan rakyat. Dalam mempertahankan kuasa para pemerintah Arab semasa -yang sebahagian besar pemerintah itu korupsi dan zalim- muncullah kelompok agamawan yang membela mereka.

Malangnya, pembelaan itu datang dari mereka yang kelihatan ‘kuat beragama’. Dalam kalangan mereka itu ramai pula dari aliran salafi zahiri atau kelompok salafis literalist. Mereka ini memahami nas-nas al-Quran dan hadis secara literal dan menganggap urusan muamalat dan siyasah sama macam ibadah khusus yang tidak boleh dilakukan sebarang pembaharuan dan tokok tambah. Lantaran dari pemikiran ini, mereka membidaahkan perkara-perkara yang membabit urusan harian yang dilakukan atas kemaslahahan manusia.

Maka, mereka membidaah kewujudan persatuan, parti politik, demonstrasi, nasyid, seni rekaan dan pelbagai lagi. Jika fatwa-fatwa mereka ini diterima, maka dunia Islam pasti akan jumud dan kehidupan manusia menjadi sempit di bawah lembayung Islam.


Dipukul dan Dirampas

Lebih dahsyat lagi, apabila aliran ini dimanfaatkan oleh para pemerintah yang korupsi dalam dunia Islam. Ini apabila kelompok ini menafsirkan hadis-hadis politik secara literal yang seakan-akan Islam memberikan ‘lesen’ besar kepada pemerintah untuk melanyak rakyat dan rakyat pula diikat kaki, tangan dan mulut dengan nas-nas agama dari bertindak atau membantah. Lebih hodoh lagi, hanya nas-nas yang ‘kelihatan’ pro-pemerintah sahaja yang dibaca, diforumkan, diwar-war dalam pelbagai saluran, sedangkan nas-nas yang memberikan amaran terhadap kezaliman pemerintah tidak pula dicanangkan.

Di Malaysia, kita dapat melihat fonomena ini semasa isu demonstrasi panas baru-baru ini dalam masyarakat. Di sini bukan bertujuan menyokong atau menentang demonstrasi aman, tetapi sekadar ingin membincangkan kefahaman sesetengah pihak mengenai hadis-hadis berkaitan.

Antara yang dibaca dan disebarkan dalam mempertahankan para pemerintah dan menghalang rakyat melakukan kritikan –sekalipun aman- ialah hadis Huzaifah r.a:
“Akan ada selepasku para pemimpin yang berpetunjuk bukan dengan petunjukku, bersunnah bukan dengan sunnahku, dan akan bangkit dalam kalangan mereka lelaki-lelaki yang jantung hati mereka seperti jantung hati syaitan dalam tubuh insan”. Kata Huzaifah: “Apa yang patut aku lakukan wahai Rasulullah, jika aku mendapati keadaan itu?”. Jawab baginda: “Dengar dan taat kepada ketua, sekalipun belakangmu dipukul, hartamu diambil, dengar dan taatlah” (Riwayat Muslim).

Hadis ini dijadikan hujah, sehingga ada yang berkata ‘jika pemerintah membunuh kaum-keluarga saya pun, saya tidak akan mendakwa pemerintah di mahkamah dunia’. Saya tidak dapat bayangkan jika semua orang Islam faham seperti itu, maka bermaharaja lelalah para pemerintah dunia Islam, menindas mereka. Tidak boleh dibantah bahkan tetap taat. Ketika dunia berusaha mempertahankan hak asasi manusia agar tidak dicemar, tiba-tiba kita pula menarik umat ke belakang dengan tafsiran yang literal seperti itu. Bayangkan jika seorang yang baru hendak mengenali Islam dihidangkan dengan kefahaman seperti itu, bagaimanakah mungkin beliau ingin melihat keindahan Islam dan keadilannya? Di manakah sabda Nabi s.a.w:

“Sesungguhnya manusia apabila melihat orang zalim, namun tidak menghalang tangannya, hampir Allah akan meliputi mereka dengan hukumanNya” (Riwayat Abu Daud, al-Tirmizi dan al-Nasai dengan sanad yang sahih).

Satu hadis tidak boleh dibaca secara berasingan tapi hendaklah melihat keseluruhan secara perbandingan dengan nas-nas yang lain. Jika tidak, penafsirannya akan cacat. Di situ adanya ilmu yang dinamakan Mushkil al-Hadith yang membincangkan hadis-hadis yang zahirnya kelihatan bercanggahan.

Hina dunia Islam hari ini, sekalipun Allah melimpahkan mereka dengan pelbagai kelebihan, adalah disebabkan salahguna harta rakyat dan ketidakadilan. Dalam beberapa sudut, pemimpin dunia Barat lebih amanah dan jujur kepada rakyat mereka dibandingkan apa yang ada di dunia Islam hari ini. Di mana pergi kekayaan minyak Arab? Bahkan, dari segi keadilan, kadang-kala haiwan di negara Barat lebih dibela dari seorang muslim yang hidup di dunia Islam; dipukul, dihina, dipenjara, bahkan dibunuh tanpa berani bersuara. Sedangkan Nabi s.a.w bersabda:

“Sesungguhnya binasa mereka yang sebelum kamu kerana mereka itu apabila seorang yang dianggap ‘mulia’ dalam kalangan mereka mencuri dia dibiarkan. Apabila seorang yang lemah mencuri, mereka laksanakan hukuman ke atasnya. Demi Allah! Jika Fatimah binti Muhammad mencuri nescaya aku potong tangannya” (Riwayat al-Bukhari).

Jadi, sejak bila pula, Islam menyatakan jika pemerintah melakukan kezaliman kita hanya diam dan bersabar! Malang sekali jika manusia di Barat dan Timur yang tidak muslim menentang pelanggaran hak asasi rakyat, tiba-tiba ada kelompok agama dalam Islam yang menyatakan kezaliman pemerintah dihadapi dengan diam, sabar dan taat!

Huraian

Hadis tentang taat dan patut sekalipun dirampas harta dan dipukul itu, ia merujuk kepada keadaan di mana jika penentangan dilakukan akan menyebabkan kerosakkan yang lebih besar seperti pemerintah akan membunuh atau memusnah orang lain yang tidak bersalah sedang kita tidak mampu memberikan sebarang kesan kepada mereka. Ini terutama di zaman dahulu yang terkenal dengan penumpahan darah. Begitu juga di bawah regim-regim yang zalim yang hanya merugikan para penentang dan negara secara umumnya.
Namun, apabila dunia berubah. Negara-negara terikat dengan peraturan antarabangsa mengenai hak asasi rakyat. Juga, apabila negara-negara itu meletakkan dalam perlembagaan mereka tentang hak-hak rakyat, dalam ertikata lain membantah pemerintah dalam negara demokrasi aman itu adalah sesuatu yang tidak boleh dianggap menentang negara kerana diiktiraf dan dijamin oleh perlembagaan negara dan persetujuan antarabangsa. Maka, konteks hadis sudah berbeza. Islam bukanlah agama yang memberikan lesen kepada pemerintah untuk berbuat apa sahaja dan rakyat wajib mendiamkan diri. Jangan bawa tafsiran zaman Abbasiyyah ke zaman yang sudah berubah.

Bagaimana mungkin rakyat tidak boleh membalaskan tindakan pemerintah melalui saluran keadilan dan tuntutan yang wajar, sedangkan dalam hadis, Nabi s.a.w sendiri sebagai pemerintah mengizinkan diri baginda dibalas. Ini seperti hadis yang diriwayatkan Ibn Ishak dalam sirahnya, ia disahihkan oleh al-Albani dalam al-Silsilah al-Sahihah bahawa ketika Rasulullah membetulkan saf perang Badr dengan anak panah baginda, lalu baginda mencucuk perut Sawad bin Ghaziyyah, maka Sawad berkata:

“Wahai Rasulullah! Engkau telah menyakitiku dan demi Allah yang mengutuskanmu dengan kebenaran dan keadilan, beriku untuk membalasnya”. Maka Rasulullah s.a.w pun menyingkap perut baginda dan bersabda: “Balaslah”. Lalu Sawad memeluk dan mencium perut Nabi s.a.w. Baginda bertanya: “Mengapa engkau buat begini wahai Sawad?”. Beliau menjawab: “Seperti yang engkau lihat, aku ingin agar saat akhir aku denganmu, kulitku menyentuh kulitmu”. Lalu Rasulullah s.a.w pun mendoakan kebaikan untuknya”.

Rasulullah s.a.w yang merupakan seorang nabi dan pemerintah, jauh lebih mulia dari semua pemerintah mengizinkan diri dibalas atas tindakannya, bagaimana mungkin ada pihak boleh menyatakan tindakan pemerintah tidak boleh dipertikai atau dibawa ke mahkamah, atau dibicarakan atau dituntut kesalahannya oleh rakyat! Alangkah dangkalnya penghujahan seperti itu. Ini boleh membawa kepada menolong kezaliman penguasa. Sedangkan Nabi s.a.w bersabda:

“Sesungguhnya selepasku ini akan adanya para pemimpin yang melakukan kezaliman dan pembohongan. Sesiapa masuk kepada mereka lalu membenarkan pembohongan mereka dan menolong kezaliman mereka maka dia bukan dariku dan aku bukan darinya dan dia tidak akan mendatangi telaga (di syurga). Sesiapa yang tidak membenar pembohongan mereka dan tidak menolong kezaliman mereka, maka dia dari kalanganku dan aku dari kalangannya dan dia akan mendatangi telaga (di syurga)” (Riwayat Ahmad, al-Nasai dan al-Tirmii. Dinilai oleh al-Albani. (lihat: Ibn Abi ‘Asim, al-Sunnah, tahqiq: Al-Albani, hlm 337-339).

Erti Pemerintah

Jika pemerintah itu diberikan wewenang untuk memukul dan mengambil tanpa dipersoalkan, apakah ertinya sesuatu pemerintahan itu? Apakah mereka seperti penzalim dan perompak berlesen yang dilindungi oleh nas-nas agama? Maha Suci Allah dari menurunkan agama yang seperti itu! Sebaliknya dalam agama ini kemuliaan muslim seperti yang disebut oleh Nabi s.a.w:

“Sesungguhnya darah kamu, harta kamu, maruah kamu adalah haram antara kamu (untuk dicemari), seperti haramnya (mencemari) hari ini (hari korban), bulan ini (bulan haram) dan negeri ini (Mekah). (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Sebab itu, sehingga dalam bab bughah iaitu mereka yang keluar memerangi pemerintah dengan senjata, al-Imam Abu Ishaq al-Shirazi menyebut:

“..jangan dimulakan peperangan sehinggalah ditanya mereka apa sebab mereka bertindak balas demikian. Jika mereka menyebut tentang sesuatu kezaliman, maka hendaklah diatasinya, jika mereka menyebut sesuatu sebab yang boleh diselesaikan, hendaklah diselesaikan. Jika mereka menyebut sesuatu kekeliruan, dihilangkan kekeliruan itu. Ini disebabkan firman Allah: “Hendaklah kamu damaikan keduanya..” (Al-Majmuk Syarh al-Muhazzab, 19/195, Beirut: Dar al-Fikr).

Bahkan kitab-kitab fiqh menyebut bahawa harta bughah itu tidak boleh dirampas, yang cedera tidak boleh ditangkap dan yang lari tidak boleh diburu. Ini disebut dalam pelbagai kitab fekah seperti al-Majmu’ dalam Mazhab al-Syafii, al-Mughni dalam Mazhab Hanbali dan lain-lain. Demikian, bughah yang bersenjata, diberikan hak dalam politik islami, bagaimana mungkin rakyat yang tidak bersenjata dibiarkan dipukul dan dirampas harta mereka tanpa boleh membantah?! Fonomena literalis boleh mengelirukan!

REMINDER 11' | MAAHAD MUAR

Posted by Tengku Ibrahim on 7:49:00 PM

2 JULAI 2011- Barisan alumni SMKA Maahad Muar telah mengadakan satu program Kerjaya Motivasi ‘REMINDER 2011’ khusus buat semua pelajar tingkatan 5 sekolah tersebut. Reminder pada kali ini dibahagikan kepada 3 sesi iaitu sesi pameran booth kerjaya mengikut bidang dan universiti,sesi “sharing moment” bersama beberapa ahli alumni dan sesi tawaran biasiswa dan perkongsian pengalaman bersama seorang wakil alumni yang sudah bekerjaya.

Secara keseluruhannya Reminder 11’ berjalan dengan baik walaupun berlaku beberapa perubahan “on the spot” disebabkan “miss communication”. Walau bagaimanapun,biasalah adat dalam berprogram pasti ada susah dan senangnya. Dan pada kali ini,saya merasakan sangat seronok kerana lebih ramai fasilitator daripada pelbagai batch dapat menghadirkan diri berbanding yang lepas. Harapan saya,moga-moga program ini akan dapat diteruskan lagi pada masa akan datang dan akan lebih sistematik lagi pengurusannya. Terima kasih kepada semua yang telah menjayakan program ini.Wallahualam......


Editor : Tengku Ibrahim Helmi b Tengku Mohammad
tg_ragaxe91@yahoo.com

Pemergian Dr Lo’ Lo’ | HILANGNYA SEORANG SERIKANDI

Posted by Tengku Ibrahim on 10:15:00 AM


Baru-baru ini,para pejuang Islam di bumi Malaysia dilanda dukacita dengan pemergian seorang tokoh yang sangat penting dalam memperjuangkan serta memartabatkan Islam di bumi Malaysia ini. Pemergian Dr Lo’ Lo’ Mohd Ghazali sangat dirasai oleh seluruh ahli Dewan Pemuda PAS Titiwangsa kerana peranan beliau sangat penting dalam perjuangan PAS di Titwangsa dan semestinya amat sukar dicari ganti. Saya rasa masih belum terlambat untuk mengucapkan takziah kepada keluarga almarhumah kerana jasa beliau dalam memartabatkan dan meninggikan syiar Islam tidak mungkin dapat kita membalasnya. Beliau adalah seorang yang gigih dan sangat prihatin.

Timbalan ketuanya, Mohd Shahir Abu Hasan berkata Almarhumah Dr Lo' Lo' juga seorang yang gigih berjuang dan telah berjaya dengan segenap tenaga melaksanakan amanah yang telah diberikan oleh rakyat kepadanya.

“Dan ini terbukti beliau telah berjaya menempatkan diri di hati masyarakat parlimen Titiwangsa khususnya selepas beliau diamanahkan sebagai wakil rakyat pada pilihan raya umum ke-12 yang lalu,” katanya.

Beliau menambah, walaupun peruntukan tahunan yang sepatutnya disalurkan kepada setiap ahli parlimen disekat, ia tidak mematahkan semangat almarhumah untuk terus berjuang memberikan khidmat kepada rakyat di Titiwangsa sehingga nafas terakhir.

“Jasa dan peranan beliau sangat besar, dan sifat beliau sebagai seorang ibu yang sering memberi teguran dan nasihat kepada Pemuda tidak akan kami lupakan malah akan menjadi azimat kepada perjuangan kami,” katanya.

(RUJUKAN : HARAKAH DAILY)

Dr Maza ada menyebut,almarhumah adalah seorang yang sangat prihatin dan tegas dengan prinsipnya dalam Islam. Beliau banyak memberikan teguran dan nasihat. Tidak dapat dinafikan lagi bahawa beliau adalah seorang serikandi, seorang mujahidah, seorang yang jujur dengan keyakinannya. Keuzuran beliau tidak pernah mematahkan semangat beliau untuk terus berjuang sehinggalah ke detik terakhir beliau.Semoga Allah menempatkan Dr Lo’ Lo’ Mohd Ghazali besama orang-orang yang beriman. Ameen

(RUJUKAN : www.drmaza.com)

Tuesday, July 05, 2011

Perhimpunan Bersih 2.0 | Suara Kebangkitan

Posted by Tengku Ibrahim on 3:54:00 AM


Baru-baru ini Malaysia kecoh dengan Perhimpunan Bersih 2.0 yang dijadual diadakan pada 9hb Julai akan datang. Ramai rakyat daripada pelbagai kaum,bangsa,parti politik dan lain-lain bercerita mengenai hal tersebut. Ada yang bersetuju dan tidak kurang juga yang membantah. Namun demikian,antara sebab diadakan perhimpunan ini adalah untuk menuntut, membersihkan senarai undi, reformasi kepada undi pos, guna dakwat kekal, tempoh kempen minimum 21 hari, akses media yang bebas dan adil, kukuhkan institusi awam, hentikan rasuah dan hentikan politik kotor. Secara jujurnya saya berpandangan dan bersetuju dengan tindakan Bersih 2.0 ini kerana saya melihat setiap hari hak-hak rakyat semakin diceroboh. Pihak kerajaan seolah-olah semakin tidak menghiraukan amanah yang diberikan kepada mereka,harga minyak semakin naik walaupun telah berjanji tidak akan menaikkan lagi harga minyak pada suatu masa dahulu,penyelewengan wang kerap kali berlaku,budaya rasuah yang semakin menular dalam kalangan pemimpin dan mahupun rakyat yang menjadi tali barut kerajaan dan lain-lain. Secara umumnya saya tidak menafikan ada pemimpin daripada kalangan kerajaan yang menentang keras perkara seperti ini,tapi kami rakyat melihat keadaan tidak pernah berubah malah semakin mendukacitakan.

Para pembaca yang budiman sekalian,pendapat saya perhimpunan ini bukanlah satu perhimpunan yang melibatkan perbalahan,pertengkaran,pergaduhan dan sebagainya tetapi sebagai salah satu cara rakyat menyuarakan pandangan mereka secara bertegas bahawa mereka mahukan perubahan. Mereka tidak mahu lagi Malaysia yang mereka cintai ini dan pemimpin yang mereka sayangi melakukan perkara-perkara yang berlawanan dengan hak asasi manusia lebih-lebih lagi perkara yang berlawanan dengan syarak. Sejujurnya perhimpunan ini adalah perhimpunan aman,justeru saya merasakan pihak pemerintah tidak perlu takut. Kebanyakkan perhimpunan sebegini menjadi kecoh dan huru hara disebabkan ada sabotaj daripada golongan yang tidak bertaggungjawab serta provokasi daripada pihak-pihak tertentu.

Jadi saya merasakan, ini adalah perhimpunan aman,pihak pemerintah tidak perlu risau apa-apa. Sekiranya pemerintah tidak mahu keaadan seperti ini berlaku maka awal-awal lagi telah mengambil tindakkan dengan membetulkan semula apa yang salah,menunaikan hak rakyat dan sebagainya bukannya dengan mengambil tindakkan tidak berasas dengan menahan rakyat yang terlibat dengan Bersih 2.0. Ini akan lebih mengundang kemarahan rakyat kepada pemerintah.

Dalam hal ini saya ingin membawakan dua pandangan tokoh daripada Malaysia mengenai Perhimpunan Bersih 2.0. Pertamanya adalah perbincangan Ustaz Zaharuddin Abd Rahman (UZAR) secara kolektif dengan ilmuwan di Malaysia yang kerap menjadi rujukan masyarakat. Sebahagian ilmuwan yang hadir termasuklah ustaz yang saya kagumi disiplin ilmunya iaitu Ust Dr Zahazan Mohd, Ust Dr Zulkifli al-Bakri at-Takiri, Ust Hasrizal Abd Jamil. Imam Muda Asyraf pun turut hadir sama berbincang.. Muafakat mereka memutuskan DEMONSTRASI ITU HARUS, PROVOKASI ITU HARAM.

(Rujukan : http://www.youtube.com/watch?v=SR8WkaHSE0M&feature=related)

Pandangan kedua adalah daripada Prof Madya Dr Mohd Asri Zainul Abidin, beliau berpandangan bahawa sesuatu tindakan dalam urusan kehidupan muslim khususnya dilihat kepada dua perkara; tujuan dan cara. Jika tujuannya baik, dan caranya juga baik maka itu adalah amalan yang baik. Jika tujuannya baik, caranya salah, maka pelakunya tetap bersalah kerana mengambil cara yang salah seperti mencuri dengan tujuan hendak bersedekah. Jika tujuannya buruk atau dosa, segala langkah ke arah tujuan itu dinilai berdosa. Setiap individu yang hendak menyertai sesuatu aktiviti, hendaklah memastikan tujuannya itu halal atau mulia, dan caranya juga halal. Adapun cara yang hendak dicapai iaitu dengan melakukan demonstrasi, pada asasnya ia sesuatu yang harus melainkan jika diiringi dengan perkara-perkara haram seperti kerosakan harta benda awam, pergaduhan dan penonjolan akhlak yang buruk. Nabi s.a.w dalam hadis pernah mengajar sahabat yang disakiti jirannya untuk membuat bantahan di jalan. Dalam hadis itu sahabat tersebut mengadu kepada Nabi s.a.w:

“Sesungguhnya jiranku menyakitiku”. Sabda Nabi s.a.w: “Keluarkan baranganmu dan letakkannya di jalan”. Maka lelaki itu mengambil barangannya dan letak di jalan. Lalu, setiap orang yang melintas bertanya: “apa yang berlaku kepadamu?”. Dia menjawab: “Jiranku menyakitiku”. Maka mereka berkata: “Ya Allah laknatilah dia, Ya Allah hinalah dia”. Dengan sebab itu, jirannya berkata: “Kembalilah ke rumahmu, aku tidak akan sakitimu lagi”. (Riwayat al-Bazzar dan al-Hakim dalam al-Mustadrak. Ahmad Syakir menilainya sebagai sahih).

Ini menunjukkan bahawa mengajak orang di jalan membantah kezaliman adalah dibolehkan. Dalam konteks politik hari ini, demonstrasi aman sebahagian dari cara pencegahan munkar politik yang telah terbukti keberkesanannya di banyak negara.

Beliau juga mengingatkan bahawa demonstrasi itu terdedah kepada bahaya dan porak peranda, maka demonstrasi hendaklah menjadi pilihan akhir setelah tuntutan yang adil tidak ditunaikan. Perbincangan, rundingan, seruan secara langsung, bantahan bertulis dan sebagainya hendaklah di utamakan. Aman adalah syarat utama, jika bertukar menjadi ganas maka ia sesuatu yang diharamkan oleh syarak. Maka, sesiapa yang hendak menyertai demonstrasi BERSIH hendaklah berazam bahawa mereka tidak akan mencetuskan kemusnahan harta awam, tidak mencederakan sesiapa, tidak memaki hamun, sebaliknya melafazkan slogan tuntutan dan berhimpun bagi menggambarkan kehendak dan rasa tidak puas hati. Adalah haram mana-mana pihak, samada peserta demonstrasi atau polis memulakan provokasi yang boleh menyebabkan berlakunya rusuhan. Sebaliknya, pihak polis hendaklah sedar, selagi tuntutan itu baik untuk negara yang adil, polis juga termasuk dalam kalangan rakyat. Maka sepatutnya mereka memudah cara agar proses itu berjalan dengan pantas dan dilangsaikan dengan segera. Para peserta demonstrasi juga hendaklah sedar bahawa tugasan polis mengawal keamanan, maka hendaklah tidak dimulakan apa-apa provokasi yang menimbulkan kemarahan mereka selagi mereka bertugas dengan betul menurut peraturan keselamatan. Sesiapa yang memulakan atau menyertai provokasi yang membawa rusuhan maka dia menanggung dosa.

(Rujukan : http://drmaza.com/home/?p=1436#more-1436)

Kesimpulannya,semua pihak memainkan peranan dalam menjamin keadilan dan keamanan negara ini. Menyertai Bersih adalah merupakan salah satu daripada cara kearah itu dan menjadi tanggungjawab kita bersama dalam mengelakkan sebarang provokasi yang boleh menimbulkan huru hara dan kekacauan dalam negara lebih-lebih lagi semasa perhimpunan tersebut.

Sunday, July 03, 2011

Mukhayyam Syakhsiah Muslim

Posted by Tengku Ibrahim on 6:31:00 AM

Pada 24,25,dan 26 Jun 2011 satu program Mukhayyam Syakhsiah Muslim (MUSYM)telah diadakan di Sekolah Menengah Agama Al-Ittifaqiyyah Guai,Temerloh,Pahang. Program ini telah dianjurkan oleh Badan Dakwah dan Ibadah Sekolah (BADIS). Seramai 20 orang fasilitator dari pelbagai universiti telah dijemput bagi mengelola program ini,antaranya dari Darul Quran JAKIM,UIAM,UiTM,USIM dan lain-lain. Program ini sebenarnya adalah suatu yang unik. Kenapa saya berkata demikian? Program ini boleh dikatakan secara ‘on the spot’. Semua fasilitator yang dijemput tidak dimaklumkan awal bahawa program ini akan dikendalikan sendiri oleh fasilitator dan kami semua hanya tahu apabila telah tiba di sekolah berkenaan.

Tetapi alhamdulillah,walaupun kami datang dari universiti yang berbeza dan tak pernah kenal pun sebelum ini,tapi kami dapat melakukan setiap gerak kerja dengan baik berkat usaha gigih kami dan komitmen yang diberikan. Hasilnya program berjalan dengan lancar dan Allah telah mengikat hati-hati kami dengan tautan ukhuwwah sehingga mana kami yang asalnya saling tidak mengenali tetapi dalam masa yang sangat singkat kami menjadi semakin akrab seolah-olah kami telah lama mengenali antara satu sama lain. Bertepatan dengan firman Allah taala yang bermaksud:
“Sebenarnya orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara, maka damaikanlah di antara dua saudara kamu (yang bertelingkah)itu,dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beroleh rahmat” (al-Hujurat 49:10)

“wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu daripada lelaki dan perempuan dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan bersuku puak,supaya kamu berkenal-kenalan. Sesungguhnya semulia-mulia kamu disisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara kamu”.(al Hujurat 49:13)

Mudah-mudahan dengan berakhirnya MUSYM bukan bermakna berakhirnya pertemuan persahabatan kita,tetapi merupakan permulaan kepada bermulanya titik kasih sayang kerana Allah taala. Kepada semua peserta ambillah segala yang baik dan buanglah segala yang buruk. Dari sudut kami, kami telah memberikan yang terbaik buat adik-adik. Ucapan terima kasih tidak terhingga kepada pihak sekolah,pihak penganjur kerana memberikan kami kepercayaan untuk menguruskan program ini,tidak lupa juga kepada ketua fasilitator ,saudara Muzaffar dan semua sahabat muslimin dan muslimat fasilitator serta semua yang memainkan peranannya sama ada secara langsung ataupun tidak langsung.

Saya mengakhiri tulisan saya ini dengan satu firman Allah taala yang bermaksud :

“ Sesungguhnya mereka pemuda-pemuda yang beriman kepada tuhan mereka dan kami tambahkan kepada mereka petunjuk.”(surah al kahfi)


(Gambar di atas : fasilitator sedang berbincang di bilik mesyuarat)

Sila dapatkan lebih banyak foto di sini.


Hamba yang dhaif,
Tengku Ibrahim Helmi b Tengku Mohammad,
(Mantan Kem Komanden MUSYM 2011)

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin

Search Site